Yang Di Bantah Sulaiman bin Abdul Wahab part 2

๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ_═══════▫══════_๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ
๐Ÿ“ฎhttps://te.me/salafysolo/
        ═══════▫══════

๐ŸŒ… *NAPAK TILAS SEJARAH BERDIRINYA KERAJAAN ARAB SAUDI* ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ
_bagian kedua_

Oleh: Ustadz Qomar Z.A, Lc

*Uyainah dan Sekitarnya*

๐ŸœKeadaan Uyainah dan sekitarnya  ketika itu sangat memperihatinkan. Walaupun pada umumnya secara lahiriyah mereka adalah kaum muslimin akan tetapi pada kenyataannya perbuatan kesyirikan demikian merebak. Pada saat itu, ada sebuah kuburan yang sangat diagungkan yaitu kuburan Zaid bin Khaththab saudara Umar bin Khaththab. Zaid meninggal di daerah itu (Yamamah) pada saat berperang melawan Musailamah al Kadzab dan dimakamkan di sana. Akibat dari jauhnya kaum muslimin dari  ilmu agama terutama ilmu tauhid maka kuburan ini saat itu menjadi kuburan yang sangat diagungkan.

๐Ÿ“Diterangkan oleh Al Ustadz  Mas’ud An Nadwiy penulis kitab ‘Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab muslihun mazhlum muftara’ alaihi’ bahwa pada saat itu banyak terjadi kemungkaran di Jazirah Arab, dan ternyata di Najd memiliki kondisi yang lebih jelek dibandingkan daerah sekitarnya. Di daerah Jubailah kuburan Zaid bin Khaththab dijadikan tempat persembahan/ peribadahan. Di daerah Dir’iyyah banyak kubah-kubah di kuburan – yang katanya kuburan para sahabat- yang dijadikan tempat ibadah. Di daerah Huraimila demikian juga terdapat kuburan lain yang diagungkan dan diibadahi. Sedemikian rusaknya keadaan saat itu sampai-sampai jika ada seorang wanita yang tak kunjung mempunyai keturunan, akan datang ke kuburan-kuburan itu untuk berdoa meminta keturunan.

⚠Kondisi yang seperti ini tentu sangat memprihatinkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sehingga beliau sangat berkeinginan  untuk mengubah kondisi ini. Pada saat itu beliau beserta orangtua dan anggota keluarga yang lain sempat pindah dari Uyainah ke Huraimila. Setelah ayah beliau meninggal di Huraimila, maka beliau pun pindah kembali lagi ke Uyainah. Pada saat itulah kemudian beliau bertemu dengan penguasa Uyainah Usman bin Mu’ammar dan  menawarkan kepadanya prinsip-prinsip dakwah Islam yang alhamdulillahkemudian disambut..

*Bersama Penguasa Uyainah*

๐ŸŒดPertemuan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan Penguasa Uyainah -Usman bin Ma’mar- melahirkan sinergi yang kuat. Maka mulai saat itulah terjadi ta’awun, kerjasama  saling bantu-membantu berlandaskan syariat  dalam dakwah antara Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan Usman bin Mu’ammar.

๐ŸŽฏTerjadilah kegiatan amar ma’ruf nahi munkar berpadu antara ulama dan umara. Sampai kemudian mereka berhasil menghilangkan bangunan di kuburan Zaid bin Khaththab yang diibadahi. Hal ini tentu sesuai dengan perintah Rasulullah ketika suatu ketika bersabda  kepada Ali bin Abi Thalib ,

ู„َุงุชَุฏَุนَุชِู…ْุซَุงู„ًุงุฅِู„َّุงุทَู…َุณْุชَู‡ُูˆَู„َุงู‚َุจْุฑًุงู…ُุดْุฑِูًุงุฅِู„َّุงุณَูˆَّูŠْุชَู‡ُ

_“Janganlah engkau membiarkan gambar kecuali engkau hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau ratakan.”._ [H.R. Muslim no. 2240, Kitab Al-Jana`iz, bab Al-Amr bi Taswiyatil Qabr] .

✅Maka ketika itulah Syaikh bekerjasama dengan penguasa melaksanakan wasiat tersebut. Orang-orang yang mengagungkan kuburan tersebut menunggu-nunggu kecelakaan terjadi terhadap syaikh yang mereka yakini akan menimpa bagi siapa saja yang mengganggu kuburan tersebut. Namun, alhamdulillah khurafat mereka ini tidak terwujud. Syaikh dan para pengikutnya tetap dalam keadaan baik dan sehat.

_bersambung_ [insya Allah]

*Sumber:*
~Majalah Qudwah Edisi 30 Vol 3 1436H/2015M
~http://serambiharamain.com/napak-tilas-sejarah-berdirinya-kerajaan-arab-saudi/

๐ŸŒ…@salafysolo
╚══════ ๐Ÿ”Ž๐Ÿ“š

Komentar